Tampilkan postingan dengan label Event. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Event. Tampilkan semua postingan

Rabu, 19 Juli 2017

Ini Safety Trip Stuff yang Jadi Incaran

Belanja saat ini sudah makin mudah saja, apalagi buat kalian yang sudah masuk kategori millenial. Iya kan?

Kalau dulu, memang belanja membutuhkan suatu upaya besar. Harus rela keluar uang transport menuju lokasi, pilah pilih yang kadang situasi tokony aga bisa kalian kontrol, belum antrinya, belum lagi misal varian yang kalian cari sedang kosong. Waduh, yang terjadi justru pemborosan di proses.

Beda halnya dengan kalian yang saat ini sudah sangat tchno minded. Apa sih yang ga bisa dicari di jagat maya? Termasuk soal pilihan belanja.

Belanja online juga sangat memberikan kemudahan secara waktu dan tenaga. Juga pilihan yang lengkap. Merchant bertebaran saling menawarkan diskon, promo, dan iming-iming lainnya.

Tapi, teliti lagi, mana yang benar-benar memberikan kalian keuntungan sejati :)


Seperti sharing disini, kalian wajib untuk mencoba Shopback yang bisa dibuka dari PC/laptop maupun dari smartphone kalian dengan unduh terlebih dulu. Kelebihannya selain pastinya memberi cashback yang bisa diakumulasi dan ditarik ke rekening pribadi jika mencapai jamlah minimum Rp. 50 ribu, ada lagi. 

Apa itu?

Semua promo, diskon, voucher, dan sebagainya yang bersifat potongan dari e-commerce favorit kalian bisa digabung di Shopback! Wah...

Cus lah pilih-pilih.

Sebentar lagi musim tahun baru, dan pastinya banyak pecinta keindahan alam yang ingin merencanakan trip nya dari sekarang.

Ada referensi untuk safety trip stuff kalian yang sifatnya personal. Ada jaket gunung nih. Jangan minjem-minjem lah ya untuk jaket, karena masing-masing orang punya privasi.



Dan, dengan cuaca yang tidak menentu, raincoat yang bukan sekedar setipis tas kresek juga perlu loh : )



Untuk penopang seluruh badan, kaki harus jadi perhatian ekstra. Maka, pilihlah sepatu yang nyaman dan berkualitas tinggi.




Itulah beberapa safety trip stuff yang sifatnya privasi dan kalian harus punya sendiri. Makanya, biar bisa nabung dan belanja bersambung, kalau beli kebutuhan sehari-hari semacam pulsa, token, tiket nonton, traveling atau pulkam bulanan, pesan Grab atau Uber, lewatin Shopback aja.

Jangan lupa, kalau belum follow akun media sosialnya nih :

Facebook : ShopBackIndonesia 
Instagram : @shopbackid
Twitter : @shopbackid
Google + : +ShopbackId


Safety Trip dengan Shopback

Lama sekali Jurkhat tidak berkabar lewat blog ini. Sedang hibernasi boleh ya. 

Sebelumnya, mohon maaf lahir batin meski Syawal baru berlalu. Saat ini Jurkhat sedang proses untuk terus memberikan info terkini terkait nusantara yang indah ini. Meski memang tidak bisa terlalu rutin :)

Pada edisi kali ini, Jurhat juga ingin mengenalkan satu platform keren buat kalian yang memang doyan hunting segala sesuatu yang berbau hemat, praktis,dan mudah. Termasuk juga hunting alat-alat perlengkapan perjalanan pastinya. 


 http://joyfulmess.com/wp-content/uploads/2016/01/ShopBack.jpg


Bukan soal gengsi demi koleksi, tapi juga dalam rangka menciptakan safety trip. 

Baru-baru ini dari seorang partner perjalanan, Jurkhat memperoleh informasi kalau misal belanja ternyata bisa mendapatkan uang lagi, Artinya, cashback akan masuk ke kantong kalian, dan dapat dicairkan ke rekening pribadi.

Wah, kalau begitu, bisa lebih cepat untuk mengumpulkan alat-alat safety trip nya. Platform multi fungsi itu bernama Shopback, yang bisa dibuka di www.shopback.co.id atau kalian download di Android atau Iphone. 

Setelah itu, sign up saja seperti biasa, bisa juga sign up dengan facebook. 

Jika  sudah memiliki akun, log in seperti biasa, dan berbelanjalah di toko favorit kalian.

Jika semua proses pembayaran telah selesai, cek status cashback kalian, akan muncul tulisan TERTUNDA, artinya menunggu cashback masuk selama 48 jam.

Jika sudah, status BISA DIKLAIM akan muncul, setelah tidak ada penukaran barang atau pengembalian, status akan berubah lagi menjadi MINTA PEMBAYARAN. 




Gampang kan ?

Cek-cek dulu alat-alat yang kalian butuhkan ya, sambil misal kalian mau ngetrip lagi, silakan booking hotel murah, tiket KA atau pesawat, pesan Grab atau Uber, dan kebutuhan pulsa dan semacamnya, alihkan semua lewat Shopback. Itung-itung nabung buat perjalananan selanjutnya :)

Selamat mencoba ya, jangan lupa untuk ikuti akun media sosial resminya di bawah ini :


Facebook : ShopBackIndonesia 
Instagram : @shopbackid
Twitter : @shopbackid
Google + : +ShopbackId



 


Kamis, 31 Desember 2015

Sabtu-Minggu yang Menginspirasi *Catatan Jamrel 2015

Apa sih yang biasanya kita lakukan di hari Sabtu dan Minggu ? Jalan-jalan, shopping, memanjakan diri, bebenah rumah, berkumpul bersama keluarga atau ada pula yang sekedar nongkrong ngopi-ngopi bersama teman dan sahabat. Itu yang biasanya menjadi pilihan kegiatan apa yang akan kita lakukan di saat weekend tiba. 
Saya memutuskan untuk mengisi waktu di hari Sabtu dan Minggu pekan ini dengan hal yang sedikit berbeda (28-29 November). Saya diutus teman-teman komunitas Jurnal Khatulistiwa untuk mengikuti kegiatan Jambore Relawan dengan tema "Merekam Jejak Relawan". Sesuatu yang terbersit dalam pikiran saya saat itu adalah "acara apa itu ?", rasa penasaranpun mendera karena saya belum pernah menjadi relawan sebelumnya. Dengan antusias saya datang ke tempat dimana kegiatan tersebut diadakan yaitu di Sekolah Raya Hos Tjokroaminoto, Tarumajaya, Bekasi, Jawa Barat. 
Setibanya disana sudah ramai sekali, peserta Jambore ternyata tidak hanya berasal dari Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi atau yang sering kita sebut Jabodetabek, melainkan dari berbagai daerah di Indonesia seperti Bandung, Indramayu, Cirebon, Jogjakarta, Papua, Sulawesi Tengah, Kalimantan, dan lain-lain. 
Wow !! Bertambah senang rasanya bisa bertemu dan berkenalan dengan teman-teman baru dari berbagai daerah. 
Pagi itu para peserta Jambore disambut oleh pihak Sekolah Raya dengan prosesi Palang Pintu sebagai kearifan lokal yang diperkenalkan. Tradisi Palang Pintu merupakan salah satu tradisi yang menjadi identitas masyarakat Betawi. Biasanya tradisi ini menjadi bagian dari proses upacara pernikahan. Kaidah yang terkandung dalam upacara Palang Pintu adalah Pengantin Laki-Laki di tuntut untuk bisa main Silat agar dapat melindungi istrinya dari orang-orang yang ingin berbuat jahat dan juga Pengantin Laki-laki dituntut bisa mengaji agar nantinya bisa menjadi imam yang baik dan mencontohkan hal yang baik kepada anak-istirnya. Semoga budaya Betawi yang satu ini tidak akan pudar digerus zaman dan ada generasi muda yang ingin melestarikan budaya ini tau adanya tradisi Palang Pintu. Namun pada kesempatan ini tradisi Palang Pintu diselenggarakan sebagai sebuah prosesi penerimaan bagi para tamu Jambore.



Saya sudah tak sabar menunggu kegiatan berikutnya. Setelah selesai menonton prosesi Palang Pintu, kami semua masuk ke dalam Aula lalu duduk bersama mendengarkan sambutan dan perkenalan dari panitia kegiatan Jambore.
Tidak lama berselang kegiatan inti pun dimulai. Seperti yang sudah dijelaskan oleh panitia bahwa kegiatan hari itu akan di isi oleh beberapa narasumber untuk memberikan materi tentang cara menulis. Luar biasanya, kami dipertemukan dengan narasumber-narasumber yang hebat seperti :
  1. Ahmad Fuadi, penulis buku dan novel best seller di Indonesia, salah satu karyanya adalah novel Negeri 5 Menara. Siapa yang tidak mengenal buku itu bahkan buku itu sudah difilmkan.
  2. Farhan, artis, presenter, penyiar radio yang pastinya tak asing lagi bagi kita. Farhan mengatakan, "Jadikan pendidikan itu menjadi alat untuk memberdayakan kita."
  3. Fauzan Mukrim, penulis buku "Mencari Tepi Langit". Beliau mengungkapkan alasan mengapa kita harus menulis, alasannya adalah karena memori kita terbatas, menjaga sejarah, merekam ingatan baik, berdamai dengan diri sendiri, panduan langkah selanjutnya, dan menjaga agar kita tetap waras.
  4. Gumanti a.k.a Ajo sebutan laki-laki dalam bahasa Minang, karena beliau salah satu putra Minang yang juga handal dalam menulis. Ajo bilang, "Menulis itu gampang, segampang berbicara." Beliau memberikan rumus dasar dalam menulis yaitu 5W + 1H (What, Who, When, Where, Why + How). Lain waktu kita bahas soal rumus ini, soalnya cukup panjang kalau harus saya tulis disini.
  5. Indah Julianti, para blogger pasti sudah mengenal mbak yang satu ini yang selalu menuliskan cerita/pengalaman sehari-hari dalam blognya. Mbak Julie ini, begitu panggilannya memotivasi kita agar dapat selalu menulis apa saja ke dalam Digital Diary dengan baik dan mempublikasikannya melalui social media agar diterima oleh netizen. Mbak Julie berulang-ulang bilang kalau dari ngeblog kita bisa dapat duit lohh ! Jadi bukan hanya sekedar hobi tapi juga bisa dapat penghasilan.
  6. Agustian, Bapak yang satu ini adalah foundernya Sekolah Raya. Beliau tak kalah hebat dengan yang lainnya. Begitu banyak suka dan duka yang sudah beliau alami dari awal Sekolah Raya didirikan sampai 9 tahun ini masih berdiri dan semakin solid. Mendidik dengan cinta adalah pendekatan yang dilakukan di sekolah ini. Sekolah Raya hadir sebagai jaringan afiliasi institusi pendidikan dan relawan sebagai hubungan merealisasikan gagasan-gagasan kurikulum alam dan budaya sebagai ilmu pengetahuan.


Sayangnya, ada beberapa narasumber yang tidak dapat hadir dalam kegiatan Jambore, seperti Butet Manurung, Agustinus Wibowo, Bukik Setiawan. Tapi tak apalah mungkin mereka sedang melakukan hal-hal hebat lainnya diluar sana. Kami sudah amat sangat merasa beruntung bisa bertemu dengan narasumber-narasumber yang hadir saat itu. Kami diberi pengetahuan baru, wawasan kami jadi terbuka lebar. 
Di hari Minggunya, hari kedua kegiatan Jambore, kami diberi pelatihan tentang bagaimana dapat menulis cepat. Semua peserta Jambore berdiskusi bersama, bertukar pikiran, mengungkapkan gagasan-gagasan yang ada di kepala kami masing-masing dan diolah menjadi satu kesatuan lalu dijabarkan dalam tulisan agar dapat menjadi satu buku atau tulisan yang utuh. Begitu bermanfaat dan menyenangkannya hari itu.


Keuntungan lain yang bisa kita dapat dari kegiatan Jambore Relawan adalah seperti yang saya katakan di awal tadi bahwa senangnya bertemu dengan teman-teman baru. Disela-sela kegiatan pada waktu break, kami para relawan atau peserta tepatnya, karena saya juga peserta tapi saya belum menjadi relawan. Kami berbincang, bertukar cerita, kegiatan apa saja yang sudah pernah kita lakukan sebagai relawan.
Oh Tuhan, cerita-cerita mereka benar-benar menginspirasi saya, menyentuh dan menggerakkan hati untuk dapat berbuat sesuatu yang berarti bagi sesama. Dalam benak, saya amat ingin menjadi relawan seperti mereka. 
Sekedar menceritakan, para peserta kebanyakan adalah dari komunitas-komunitas relawan di daerahnya yang berhati mulia bisa berbuat sesuatu dan membantu sesama tanpa berfikir pamrih apa yang akan mereka dapat. Ada beberapa komunitas relawan :
  • Kaki Jabar (Bandung), hal kecil yang mereka lakukan tidak pernah terpikir oleh saya, mereka melakukan kegiatan sosial yaitu berbagi kaos kaki di sekolah-sekolah pedalaman khususnya daerah Bandung, Jawa Barat. Hmmm, kepikiran ga siy oleh kita ????
  • Kelas Inspirasi, komunitas ini beranggotakan dari berbagai profesional seperti dokter, suster, guru, pilot, atlet, polisi, dll. Mereka menghabiskan 1 hari berbagi cerita dengan anak-anak sekolah khususnya sekolah dasar. Mereka berbagi ilmu dan memotivasi anak-anak bahwa begitu banyak cita-cita yang bisa diraih saat mereka besar nanti.
  • Semestarian, komunitas ini bergerak dalam bidang science. Mereka berbagi ilmu pengetahuan tentang perbintangan, planet-planet, antariksa, dan apa saja yang jarang diajarkan di sekolah. Hebat yaa ...
  • Satu Juta Buku, dari komunitas satu juta buku ini, mereka sudah berbagi banyak buku ke beberapa daerah pedalaman di Indonesia yang kekurangan buku. Semoga besok-besok tidak hanya satu juta tapi satu milyar buku. Aamiin..
  • Dan komunitas lainnya seperti Buku Berkaki, Panca Dharma, Buku untuk Papua, Rumah Belajar, Penyala dan masih banyak lagi.


Dari kegiatan Jambore relawan ini, kami bisa saling bertukar link dan saling membantu memenuhi kebutuhan-kebutuhan yang diperlukan di daerahnya masing-masing. Pada hakikatnya tidak ada yang kebetulan di dunia ini karena segala sesuatu sudah ada dalam skenario Sang Pencipta. Jadi, orang-orang yang kita temui, tempat-tempat yang kita kunjungi, kejadian-kejadian yang kita alami adalah skenario-Nya.


Betapa luar biasa menginspirasi hari Sabtu dan Minggu saya pekan ini. Terima kasih Tuhan, semoga Engkau tetap menjaga hati kami agar senantiasa dapat bermanfaat bagi orang banyak dan masih diberikan kesempatan untuk selalu berbuat. 
Posted by Nita

Catatan Workshop KLJ, Fun Photography, Fun Writing bersama Anak-anak Hebat SD Alam Anak Sholeh Tarumajaya : "Barter Ilmu itu Seru!"

Lagi-lagi saya harus ke Bekasi. Spesial, selain bertemu dengan de koncoz Jurnal Khatulistiwa, kali ini bakal diadakan lawatan spesial sekaligus barter ilmu dengan adik-adik yang sangat bersemangat di Sekolah Alam Anak Sholeh yang juga memiliki sebuah rumah baca yang dinamakan Rumba HOS Tjokroaminoto. Tepatnya di Villa Mutiara Gading Blok E, Desa Setia Asih, Tarumajaya, Bekasi. Rencananya, agenda bakal berlangsung Sabtu-Minggu, 30-31 Mei 2015.

Keistimewaan kali ini dimulai dengan pencarian lokasi yang agak membingungkan. Meski saya udah pernah ke lokasi dan udah dibekali dengan peta ala GPS, dan tanya sana sini, tetap saja saya harus menyiapkan tenaga ekstra untuk rela berpanas panas ria dengan iklim Bekasi yang lain dari biasanya. Tak apalah, sesuatu yang layak memang patut diperjuangkan, hehe.. Apalagi pas melihat Bang Agustian, si founder Sekolah Alam Anak Sholeh terlihat berdiri menyambut dan menunggu kami di dekat pintu gerbang sekolah, rasa lega segera menjalari saya. Bukan apa apa sih, merasa bersalah juga tak bisa datang tepat waktu. Untung Bang Agustian nya baik, untung disiapin minuman, untung dikasih tempat, untung…. banyak :)

Workshop Kamera Lubang Jarum dari Instruktur Muda

Siang itu, kawan-kawan dari Jurnal Khatulistiwa dan Bekasi Foto hadir bersama untuk mengikuti rangkaian acara yang telah disepakati dengan pihak Bang Agustian dari Sekolah Alam Anak Sholeh dan jaringan Sekolah Raya. Serunya, kami datang bukan saja sebagai kakak-kakak yang akan menyampaikan materi fotografi dan menulis saja, tapi kami juga datang untuk menerima sharing ilmu dari para instruktur muda Kamera Lubang Jarum (KLJ). Apa tuh KLJ? Kamera sederhana yang terbuat dari kaleng bekas yang kemudian dilubangi dengan jarum dibantu dengan lakban hitam.

Usut punya usut, ternyata KLJ ini telah menjadi salah satu kurikulum dalam pembelajaran SD Alam Anak Sholeh. Lah kok bisa? Bisa dong, karena KLJ secara langsung mengajarkan proses pembangunan karakter dari awal pembuatan hingga karya finalnya. Selain unsur mata pelajaran seperti Fisika, Kimia, dan Matematika, seperti mengatur jarak foto untuk mendapatkan cahaya yang pas, mencampur cairan untuk bisa mencetak hasil foto, dan keasyikan yang lain.

Dari Jurnal Khatulistiwa saat itu ada saya, Enno, Erlangga ‘Botak’, Rafly, Rio, Ucup, Rahmat, Arif ‘Cimba’, Adit, Tyas, serta Sena. Kami semua bergabung dengan kawan-kawan dari Bekasi Foto yang saat itu diwakili Bang Guts, Iddin, Heru, juga Syahrul ‘Buluk’. Semuanya antusias mendengarkan pengarahan dari adik-adik trainer, Ikhsan, Maulana, dan disusul Nugraha. Kami kagum bukan saja karena mereka yang secara usia masih muda sudah mampu berbagi ilmu dengan kami yang lebih dewasa, tapi lebih dari itu. Kami begitu mengapresiasi prestasi yang sudah mampu ditorehkan. Seperti Nugraha yang pada usianya yang masih 15 tahun sudah dinobatkan sebagai instruktur muda oleh Komunitas Lubang Jarum Indonesia. Begitu pula Ikhsan, dan beberapa kawannya yang lain yang sudah pernah mengadakan lawatan ke Malaysia untuk berbagi tentang KLJ di Permata Pintar, Universitas Kebangsaan Malaysia, sekolah setingkat SMA disana.



“Potong persegi empat kecil, lalu di-ampelas sampai tipis, Kak..”, Ikhsan berujar lantang. Nada suaranya kuat, sudah pantas kalau disebut instruktur dan cukup membuat kami yang sebagian besar masih awam tentang KLJ menjadi terheran-heran. Setiap hendak meyakinkan diri tentang kelayakan lempengan aluminium yang sedang kami tipiskan untuk digunakan sebagai rana, kami selalu bertanya, “udah belum, dik?”, Jawabannya, ,”Belum nih ka, dikit lagi” atau “Wah,sip sip udah.”. Saya geli sendiri sambil bergumam dalam hati, cerkas juga nih anak.

Usai membuat KLJ yang bisa dibuat dari kaleng bekas sebagai bodi kamera, lempengan aluminium sebagai rana, dan lakban yang menjadi penutup rana, kami pun mengisi kamera yang kami buat dengan kertas fotonya di ruang gelap yang disebut dark room. Sementara itu, Ikhsan mengajarkan membuat cairan untuk digunakan mencetak hasil foto. Saya yang memang kurang nyambung dengan hal-hal berbau teknis, cuma manggut-manggut pura-pura mengerti. Hahaha.. Yang penting tahu prosesnya.

Yang paling seru adalah saat praktek memotret. Kami jadi menemukan alasan kenapa foto-foto jadul selalu berwajah tegang dan flat face. Kenapa emang? Ternyata mereka harus menunggu 10-20 detik untuk bisa dipotret. Posenya harus dipertahankan selamaaaaaa itu, karena faktor cahaya saat pengambilan foto. Kami pun ngakak ngakak karena geli menahan pose juga. Wkwkwk. Betapa bersyukurnya kita dengan kecanggihan teknologi saat ini ya..


Workshop Fotografi dari Bekasi Foto dan Diskusi Teras

Agenda dilanjutkan dengan workshop fotografi dari Bekasi Foto yang disampaikan oleh Bang Guts Wateva. Kali ini, adik-adik yang udah sangat fasih tentang KLJ dan sedikit dasar fotografi yang kurang lebih nyambung, diajak untuk mengenal apa itu fotografi dan bermain-main dengan kamera DSLR. Dibagi beberapa kelompok, mereka asyik bereksplorasi berbagai gaya memotret didampingi kakak-kakak pendamping. Ada yang takut megang kamera karena berat dan takut jatuh. Ada yang nggak mau megang sama sekali karena pesimis nggak bisa, ada yang nyengir kegirangan karena jadi obyek foto, ada yang nggak mau berhenti motret meski waktu udah habis, dan tingkah unik yang lain. Ya, begitulah mereka. Bagaimanapun mereka masih tetap anak-anak, hehe… Di akhir workshop, Bang Guts menyampaikan bahwa kalau melakukan semuanya dengan cinta, termasuk cinta dengan dunia fotografi, maka uang adalah dampak positif yang lain yang bekerja secara otomatis. Hm, interesting!

Lepas workshop tersebut, kami diajak Bang Agustian untuk berdiskusi santai di teras Rumba HOS Tjokroaminoto dan sekaligus ditraktir nasi goreng, yey! Bang Agus berkisah bahwa dulu awal-awal mendirikan sekolah ini bermula dari 2006, masih ada anak-anak yang mengintip dari jendela sekolah luar, untuk melihat proses belajar di sekolah. Untuk apa? Karena mereka sendiri tak bisa menikmati kemewahan itu. Keterbatasan ekonomi orang tuanya yang sebagian besar bekerja sebagai buruh, pembantu rumah tangga, pemulung, atau pekerjaan serabutan lainnya cukup menjadi alasan utama ketidakberdayaan mereka mengenyam bangku sekolah.

Bermula dari itulah, Bang Agustian bersama beberapa kawan baiknya mencoba memberikan alternatif pendidikan yang gratis tapi berkualitas bak sekolah-sekolah unggulan. Dan, alhamdulillah, berkat dukungan relawan dan semua pihak termasuk Jaringan Sekolah Raya yang merupakan afiliasi penggiat sekolah, sanggar belajar, padepokan, pondok pesantren, taman baca, dan komunitas belajar, misi ini bisa berjalan lancar dengan segala dinamikanya. Diskusi santai berlangsung akrab dan cukup membuat kami semua yang ada disitu merenung. Meminjam istilah Bang Agustian, akan ada dialektika alam semesta yang senantiasa mendengar dan mengabulkan doa sang penabur kebaikan. Jadi, jangan ragu!


Workshop ‘Fun Writing’     

Selepas menginap semalam, keesokan harinya, saya ditemani Bang Nana dari Bekasi Foto melanjutkan agenda yang tersisa. Tak seramai kemarin, karena beberapa kawan-kawan Jurkhat harus segera naik kapal untuk menjalankan tugas berlayar di event akbar Ekspedisi Nusantara Jaya. Viva kawan! Namun, tak kalah serunya, Minggu (31/05) itu, kami kedatangan kawan-kawan baru dari jaringan Sekolah Raya. Ada kawan lama saya, Anwar dan istrinya yang juga Direktur program Sekolah Raya, Nana Zuri. Ada pula Salman dari blogfam, juga Ade dan Dias.



 
Diawali dengan pemutaran film berjudul ‘The Turtle World’ yang berisikan pesan lingkungan, saya pun bermain-main dengan adik-adik dan kakak-kakaknya untuk menuliskannya kembali dengan bahasa mereka disertai dengan gambar-gambar yang paling diingat. Hasilnya, bisa dilihat di rumba, jadi salah satu pajangan dinding:) Selepas itu, adik-adik saya ajak untuk mengenal basic penulisan 5W + 1H dan bereksperimen dengan karya foto KLJ mereka. Tujuannya, supaya mereka bisa membuat fotonya lebih bercerita. Menurut saya sih, mereka udah punya basic menyusun kata-kata yang bagus, cuma perlu dirapikan sistematikanya aja. Semoga ke depan, mereka bisa membuat semacam informasi kekinian tentang aktivitasnya di sekolah dan rumba, bisa berupa mading, buletin, atau dalam bentuk elektronik semacam blog. Semangat!

Akhirnya, diakhiri permainan ‘angin bertiup’ dan santapan makan siang yang maknyus di homestay relawan yang lagi-lagi disiapkan oleh Bang Agustian dan istri yang baik hati, tidak sombong, dan rajin menabung, eh….hehe… kami semua pun berpisah dan saling bertukar kontak untuk bisa bertemu lagi di agenda selanjutnya. Thanks for everything untuk jaringan Sekolah Raya dan SD Alam Anak Sholeh, Rumba HOS Tjokroaminoto, Bekasi Foto, dan semua pihak yang udah ikut meramaikan. Senangnya bisa berbagi:)  ('thil)

 
Posted by Prita HW
**Dinukil dari dunia gairah
 
Baca juga di :
 

Ekspedisi Nusantara Jaya Disambut Antusias Berbagai Komunitas

**Dinukil dari Jurnal Maritim Online


Ekspedisi Nusantara Jaya Disambut Antusias Berbagai Komunitas
Ilustrasi - Ekspedisi Nusantara Jaya
JMOL – Ekspedisi Nusantara Jaya (ENJ) 2015 yang akan berlangsung bulan Juni 2015 mendatang mendapat antusias dari berbagai komunitas baik maritim maupun non maritim. Sejauh ini di antara perwakilan mereka telah mendaftarkan kepada email yang tertera di Jurnal Maritim. Menurut Sekretaris komunitas penggiat alam Jurnal Khatulistiwa, Airlangga, komunitasnya saat ini tengah melakukaan pendataan kepada anggotanya untuk mengikuti ekspedisi ini.

“Kita telah mendata beberapa anggota kita untuk mengikuti kegiatan ini. Kita sangat antusias sekali untuk mengikuti ekspedisi ini karena event ini akan memberikan pengalaman tersendiri dalam mengenal Indonesia dan wawasan kemaritiman,” ujarnya kepada Jurnal Maritim beberapa hari lalu.
Pria yang biasa disapa Angga ini lebih jauh menuturkan bahwa kegiatan ini sangat baik dalam menumbuhkan jiwa maritim khususnya bagi para pemuda.

“Tentunya event seperti ini sangat baik sekali, karena memang kita sebagai negara maritim maka perlu pengenalan maritim kepada generasi muda,” ungkapnya.
Jurnal Khatulistiwa merupakan komunitas yang bergerak di bidang penggiat alam baik darat maupun laut yang memiliki motto ‘Menelusuri Indahnya Nusantara’. Mengunjungi daerah-daerah di Indonesia merupakan aktivitasnya.

Senada dengan Angga, Wakil Ketua Generasi Maritim (Gen M) Andry Prasetyo menyatakan komunitasnya sangat tertarik sekali dalam mengikuti kegiatan ini.
“kita akan upayakan beberapa perwakilan dari anggota kami untuk mengikuti kegiatan ini,” tegas Andry.

Pria yang aktif dalam Pramuka ini juga tengah mensosialisasikan event ini kepada anak-anak binaannya. Namun, dirinya mengakui masih menyesuaikan dengan jadwal sekolah pada waktu pelaksanaan ekspedisi ini.

“Di bulan Juni anak-anak yang masih sekolah juga belum libur, padahal antusias mereka sangat besar. Tetepi saya berharap agar Kemenko Kemaritiman dapat memberikan dispensasi bagi peserta yang terbentur dengan jadwal sekolah agar mereka mendapat izin dari sekolahnya,” pungksanya.
Kendati demikian, Andry optimis paling tidak dirinya dan beberapa anak binaannya dapat mengikuti kegiatan ini. Memang berapa hal yang perlu diperhatikan oleh penyelenggara ialah mengenai perizinan kepada instansi dari calon peserta. Terutama bagi yang masih duduk di bangku SMU atau kuliah.

Saat ini sudah 30-an calon peserta ENJ yang mendaftar di email Jurnal Maritim. Kesempatan mendaftar pun masih terbuka bagi para calon peserta yang berminat mengikuti ENJ 2015. Jurnal Maritim bersama dengan Asosiasi Pemuda Maritim Indonesia (APMI) tengah dipercayakan oleh Kemenko bidang Kemaritiman dan Komando Lintas Laut Milter (Kolinlamil) untuk mengurus pendaftaran ENJ 2015.**


Baca juga catatan ENJ 2015 di :

ENJ 2015 Goes To Makassar Day 2 : "Sekarang Jalesveva Jayamahe, Dulu Biasanya Salam Rimba!"

ENJ 2015 Goes To Makassar Day 3 : "There Isn't Anything"

ENJ 2015 Makassar Day 6 : "Greetings From Kodingoreng Island"

 











Setahun Menjejak, Komunitas Jurkhat Adakan Syukuran

Prosesi Potong Tumpeng, Serta Pembagian Merchandise di Sela-sela Acara Setahun Menelusuri Indahnya Nusantara

Xplore Indonesia. Peringati Hari Ulang Tahunnya yang pertama, Komunitas Jurnal Khatulistiwa (Jurkhat) lakukan prosesi potong tumpeng sebagai simbol rasa syukur dapat menjalankan visi dan misi yang menjadi program kegiatan sepanjang tahun. Acara sederhana yang dihadiri para member Jurkhat itu berlangsung sangat meriah di Kedai Pendaki, Jakarta Timur, Minggu (02/08).

Prosesi Potong Tumpeng, Sebagai Rasa Syukur Menelusuri Indahnya Nusantara

“Ini sebagai symbol rasa syukur kepada Tuhan YME karena telah meridhoi kami menjalankan berbagai aktifitas yang telah menjadi program resmi komunitas ini,” ujar Founder Jurkhat Firman saat ditemui Xplore Indonesia di sela-sela acara.

Dirinya pun mengungkapkan tidak hanya prosesi potong tumpeng dan tatap muka diantara para member komunitas saja yang menjadi acara utama dalam perhelatan ini namun juga sebelumnya mereka melakukan aksi santunan kepada anak yatim di Pondok Pesantren Al-Khairat, Bekasi Timur.

Aksi Santunan Kepada Anak Yatim di Pondok Pesantren Al-Khairat, Bekasi Timur

“Alhamdulillah, kami bisa lakukan hal itu,” jelasnya.
Lebih lanjut Firman menjelaskan, sejak terbentuknya setahun lalu di Shelter Pendakian Palutungan Taman Nasional Gunung Ciremai Jawa Barat, mereka sudah melakukan berbagai aksi baik itu dalam hal konservasi alam, olahraga hingga aksi kemanusiaan.

Jurnal Kantulistiwa
Jurnal Kantulistiwa

“Sejak terbentuknya, Jurkhat senantiasa berusaha membuat berbagai aksi dan program yang kerap didukung dan dijalankan para member seperti aksi tanam bakau di Pulau Rambut, Reboisasi Gunung Lawu, Lomba Kebut Gunung di taman Nasional Gede-Pangrango hingga aksi kemanusiaan meembantu korban bencana tanah longsor di Banjarnegara, Jawa Tengah,” paparnya.
Dirinya berharap para member Jurkhat senantiasa mendukung berbagai aksi dan program selanjutnya demi memberikan banyak kontribusi di masyarakat.

“Kami berharap, tema “Setahun Menjejak” ini menjadi spirit bagi kami untuk senantiasa menciptakan dan memberikan hal-hal yang bermanfaat bagi para member dan masyarakat luas,”, pungkasnya (erl)


**Baca juga di Xplore Indonesia



Rabu, 30 Desember 2015

HUT Kota Bandung ke-204

Bandung Fest. 2014

Tepat di tanggal 27 September 2014, Di sepanjang jalan Dago terdapat acara Bandung Fest. 2014, yaitu sebuah acara untuk memperingati HUT Kota Bandung yang ke- 204 yang jatuh pada tanggal 25 September 2014.

Acara ini juga bertepatan dengan Hari Pariwisata Dunia atau biasa di sebut "World Tourism Day" yang ditetapkan oleh United Nation Tourism World Organization (UNWTO) yang diselenggarakan oleh Ambassador Indonesian Culture and Tourism (AICT) dan Sobat Budaya dengan booth yang lumayan besar, booth ini pun ramai di datangi oleh para pengunjung yang cinta akan pariwisata indonesia atau hanya yang tidak sengaja melintas di depan booth mereka karena ingin tahu tentang pariwisata di indonesia, tidak hanya dari kota bandung saja yang datang ke booth mereka dari berbagai daerah pun ikut meramaikan dan kami pun menyempatkan datang ke booth mereka. Mereka pun menyapa hangat dan ramah terhadap semua pengunjung yang datang ke booth, mereka pun menceritakan tentang bagaimana hari ini bisa ditetapkan Hari Pariwisata Dunia, tidak hanya itu saja mereka juga membagi-bagikan DVD pariwisata indonesia dan sticker yang keren dengan hanya datang foto memegang tulisan atau gambar yang telah mereka sediakan.
 
Ambassador Of Indonesian Culture and Tourism (AICT) dan Sobat Budaya

Selepas mampir ke booth Ambassador of indonesian Culture and Tourism (AICT) dan Sobat Budaya, kami pun meluncur ke acara yang di selenggarakan oleh pihak pemerintah Kota Bandung dan di dukung oleh komunitas komunitas yang ada di Kota Bandung mendapatkan antusias yg besar dari masyarakat Kota Bandung mau pun orang yang datang dari luar kota Bandung.

Acara yang di mulai dari pukul 14:00 siang ini di ramaikan oleh bebagai macam stand atau booth di antara lainnya penjual kerajinan tangan khas Kota Bandung, dan tidak terlewatkan juga festival kuliner, berbagai macam makanan dengan cara mereka sendiri membuat penyajianya menjadi unik seperti "Jus Genjot" dan lain-lainya ada pula makanan tradisional maupun makanan makanan yg berbau internasional.

Tidak kalah menarik tepat di ujung jalan Dago terdapat panggung utama yaitu adanya Tarian Budaya Ethnic Collaboration Performance dari Jaipongan Accapela GAP The Devil and The Deep Blue Sea untuk menambah kemeriahan acara ini, selain itu beberapa band asal kota bandung ikut serta dalam memeriahkan acara ini di antara lain juicy lucy, teman sebangku, panas dalam band dan bintang tamu band yg asalnya dari kota Bandung juga yaitu Mocca yang ingin mempersembahkan lagu untuk ulang tahun Kota Bandung Tercinta yang berjudul " Bandung " sebenarnya lagu ini sudah lama kita buat tetapi kita mencari waktu yang tepat untuk membawakanya dan saat inilah waktu yang tepat untuk membawakanya tepat disaat Kota Bandung Berulang Tahun yang ke-204. "Ujar Arina, Tidak tertinggal juga bintang tamu yg datang dari kota jakarta menambahkan kehangatan kota Bandung yaitu Payung Teduh dengan performa yang sangat klasik,santai, dan syahdu inilah yang membuat para penonton menjadi terpukau melihat performanya.

Acara Bandung Fest. 2014 ini di selenggarakan tidak lain karna kesuksesan Ridwan Kamil dalam membangun Kota Bandung setahun belakangan ini dia menjabat sebagai Walikota Kota Bandung. Yang lebih menarik kesuksesan Ridwan Kamil menjabat sebagai Walikota Kota Bandung tidak terlepas dari sosial media, bapak walikota yg selalu aktif di jejaring sosial ini mengajak masyarakat membangun Kota Bandung lewat akun di  Sosial Media yaitu " Twitter " sebagai alat komunikasi beliau kepada masyarakat.

Bapak Walikota yang ikut serta datang bersama istrinya selain memberi sambutan, beliau juga dibuatkan buku oleh Maulana Yudiman, eks wartawan majalah SWA dan Muhammad Sufyan seorang dosen komunikasi yang juga eks jurnalis informasi teknologi yang berjudul " Twitter Power @ridwankamil " kami dedikasikan untuk hari jadi Kota Bandung yang ke-204 sekaligus hadiah milad Ridwan Kamil ke-43 pada 4 oktober mendatang. Isi dari buku itu kisah hingga gambaran respons masyarakat akan aktivitas Ridwan saat berselancar selama setahun menjadi Wali Kota. Ada kekuatan di dalam akun twitter beliau (Ridwan Kamil), sehingga menarik didokumentasikan dalam bentuk buku," ujar Direktur Perusahaan Penerbit Publika Edu Media (PEM), Moh Syahriar Sugandi.

 
" Twitter Power @ridwankamil "

Acara yg melibatkan sebagian polisi yang ada di Kota bandung untuk mengamankan acara tersebut, dengan kinerja terbaik mereka juga dapat membuat acara ini berjalan lancar sampai berakhirnya acara.

Tidak terlewatkan juga pesta kembang api yang di adakan di Gazibu di saat penghujung acara tepatnya jam 23:00 pesta kembang api pun dimulai hampir kurang lebih 1 jam lamanya kembang api itu menghiasi langit Gazibu dan ditonton oleh semua warga sekitaran Bandung, warga dan pengunjung pun terpukau atas kembang api yang berterbangan di langit-langit Gazibu, memang tepat sekali pesta kembang api itu ketika warga dan pengunjung sedang menghabiskan malamnya bersama teman, keluarga atau pacar dan juga menambahkan kemeriahan Bandung Fest. 2014.


Posted By : Erlangga